Friday, February 2, 2018

Cerita Sex Terbaru Gara-gara Handuk Kendor


Gara-gara Handuk Kendor Namaku Ayu saya berusia 29 tahun dan telah berkeluarga. Saya mempunyai satu si kecil laki-laki yang masih berumur 3 tahun. Suamiku seorang pengusaha berhasil namanya Mas Sigit. Ia menikahiku diusia 25 tahun padahal ia lebih tua dariku. Saat menikah saya tak mengamati umur tetapi saya memperhatikan dari sisi kehidupannya yang telah mapan.

Dari permulaan menikah sampai kini saya tak menikmati kekurangan. Rumah kendaraan beroda empat dan uang senantiasa mengalir. Di rumah juga ada asisten rumah tangga yang mengurus rumah dan si kecil. Hidupku cuma pergi kesana kemari shopping ke salon dan kemana aja yang saya ingin. Suamiku over protective ia senantiasa melarang saya pergi sendiri sebab sebisa mungkin ia memandu saya pergi

Saya juga tak dibolehkan menyetir kendaraan beroda empat. Kemana-mana senantiasa ada suamiku dapat dibilang ia terlalu sayang sama saya. Apalagi saya terlahir sebagai wanita yang indah mulus dan sexy. Ia takut saya berselingkuh dibelakangnya, karenanya dari itu ia bersifat seperti itu. Selama 4 tahun menikah banyak banget tata tertib yang ia berikan.

Sekali-sekali saya malas dengan tata tertib itu , tak masuk logika sebab saya senantiasa saja dilarang bergaul dengan sahabat. Temanku bahkan pergi satu persatu meninggalkan saya, ya ulah suamiku senantiasa saja tak mengijinkan saya keluar. Yang ngajakin saya keluar pasti kena amarahnya. Entah suamiku beda dengan yang lain super nyebelinnya.

Pernah saya berdusta dengan ia, senantiasa saja ketahuan. Yang ia inginkan saya di rumah tiap-tiap hari cuma nonton tivi dan mengurus si kecil. Terang saya boring di rumah tiap-tiap hari tanpa hiburan. Sekalinya ingin ke salon aja dianterin hanya ingin ke indomart juga dianter. Sebab sifat hyperprotectiv-nya itu lama-lama membikin saya bosan dan muak dengan sifatnya.

Tiap hari hiburan Hanya diwaktu malam ngeseks dengannya udah itu aja. Rasanya udah mati rasa udah males ingin memperhatikan wajahnya. Sebab yang digenggam dengan erat pasti akan senantiasa sirna. Sku berfikiran untuk menyudahi hubunganku dengan mas Sigit tetapi sesudah saya pikir lagi saya ogah. Sebab hidup dengannya itu benar-benar makmur seluruh tercukupi cuma batin ku yang tersiska.

Suatu hari mas Sigit ada acara di luar kota selama 10 hari. Ia mengajakku untuk turut tetapi anakku sakit jadi ia menetapkan untuk berangkat sendiri. Kesempatanku kian leluasa ingin kemana saja tak ada yang melarang. Terbukti mas Sigit jauh lebih pintar dari saya ia menyiapkan sopir pribadi untuk mengantarku kemana saja.

Kecil buahnya namanya Fery ia tangan kanan suamiku. Bukan rejeki lagi sebab Fery kepercayaan suamiku apabila ada apa-apa terang ia lapor sama mas Sigit. Saat itu suamiku berangkat pagi saya memandu ke bandar udara dengan Fery. Sesudah menunggu satu jam di bandar udara hasilnya terbang juga suamiku.

Semoga lebih dari 10 hari ia di sana saya berkeinginan menghirup udara segar tanpa adanya kekanggan dari suamiku. Sepanjang perjalanan saya bercerita keluh kesahku dengan Fery. Ia juga mengetahuinya sebab suamiku juga kerap cerita bahwa saya diperlakukan benar-benar over protective. Dan yang paling saya kejutkan Fery mendorong saya ia menyalahkan metode mas Sigit mengajar istri.


Fery yang masih umur 26 tahun itu lebih dewasa dibandingi suamiku. Fery juga ingin diajak kerja sama selama suamiku pergi. Ia saya biarkan rehat di rumah saja padahal saya mulai berkelana. Kesalon ke mall dan kemana saja yang saya inginkan. Rasanya bebas banget seharian ini, tetapi sahabat-temanku banyak yang menghindari saya.

Mereka sulit dihubungi dan tidak ada satu bahkan yang ingin jalan dengan saya. Hari kedua ditinggal suami saya berencana pergi ke mall untuk berbelanja. Saya terpaksa mengajak Fery sebab nggak mungkin saya pergi sendirian,

“ Fery anter saya ke mall ya, ” pintaku.

“ oh iya bu, kini bu..?, ”

“ iya dong, panggil saja mbak jangan bu…, ”

“ Iya Buk, eh Mbak maksudnya …, ” jawabnya.

Saya lihat Fery hari ini rapi banget dan menonjol tampan tak seperti lazimnya. Saya dan Fery beranjak pergi meninggalkan rumah. Setibanya di tujuan saya mengajak Fery mendampingi ku belanja. Ia bahkan tak menolak saya jalan dengan ia berasa jalan dengan brondong. Fery asyik banget orangnya, humoris kerap bikin saya mengakak. Ya lumayan lah saya bisa hiburan cuma-cuma.

Saya mengajakknya di butik wanita, ketika itu saya memilih-milih pakaian lama banget. Tiba-tiba saja Fery memilihkan untukku dress indah berwarna hitam tetapi bahanya sedikit menerawang. Jago sekali pilhannya, rasanya saya sesuai dengan opsi Fery. Sebab sesuai saya-bahkan masuk ke ruang ganti, saya mengaca menonjol indah sekali saya dengan dres opsi Fery.

Sebab saya merasa canrik, tanpa sadar saya memanggil Fery untuk masuk ke dalam ruang ganti untuk memperhatikan saya. Sebab saya meminta ia mendekat dan memperhatikan saya dengan mengenakan dress itu. ketika itu Fery nampak kaget melihatku dari kaca sebab memang saya terihat sexy dan indah sekali. Payudara yang montok dan paha mulusku menonjol terang dengan mengenakan dress itu.


Segera Fery bengong dan memandangiku dari kaca. Yah mungkin saja ia kagum-terpukau dengan kemolekan tubuhku, hhe. Tanpa sadar tiba-tiba saja ia mengatur penisnya,

“ heeyy…. Fer..helloo….heyy…, ” ucapku sembari melambai-lambaikan tanganku di depan wajahnya.

“ Eh Iya mbak, maaf aku bengong gara-gara memperhatikan mbak Ayu indah dan sexy sekali…, ” jawabnya terkejut lalu memujiku.

“ Ah kau Fer dapat aj deh, Oh iya, terimakasih ya Fer… dress pilihanmu benar-benar sesuai sekali saya gunakan.., ” ucapku sambil menggerakkan tubuhku di depan kaca.

Tidak lama kemudian Fery keluar akupun berganti pakaian kembali, dan membayar ke kasir. Sebab waktu udah petang saya dan Fery pulang kena macet juga. Mas Sigit menelpon saya berkali-kali, sesudah saya jawab ia lega sebab saya pergi dengan tangan kanannya ialah Fery.

Sepanjang perjalanan Fery melirik-lirik saya dan anehnya saya saya merasa sedikit gerogi. Dikala itu saya memakai rok mini dan t-shirt ketat warna putih. Dengan pakianitu pahaku yang mulus dan belahan payudara yang montok dilirik oleh Fery sabil ia menyetir. Saya yang duduk bersebelahan dengan Fery ketika itu ia puas sekali memandangi kemolekan tubuhku. Sebab saya penasarn akupun bertanya,

“ mengapa sih Fer kok kelihatannya dari tadi kau memandangiku terus, ada yang salah ya sama saya?, ”

“ ee..ee,eeenggak kog mbak, mbak Ayu kok indah dan sexy sekali yah, aku jadi terpikat deh mbak.., ” sebutnya.

“ aaahhh…masa sih Fer…, ” tanganku sembari mengelus pundaknya.

“ iya mba saya serius, ” jawabnya dengan memandangiku.

Sepanjang perjalanan kami-bahkan terus berbicara, dan sepanjang perjalan itu Fery senantiasa mencuri-curi pandang padaku. Tak terasa sesudah sebagian ketika perjalanan, pada hasilnya kami sampailah kami di rumah. Setibanya dirumah tak lama kemudian hujanpun turun benar-benar deras. Mengamati cuaca yang seperti itu, akupun memerintah Fery untuk tidur di rumah.

Tanpa basa-basi ia menyetujui permintaanku sebab esok hari pagi-pagi sekali ia juga sepatutnya jemput mas Sigit dibandara. Agenda Mas Fery yang pergi selama 10 hari rupanya cuma 5 hari, entah kenapa ia mendadak pulang, mungkin saja ia kuatir denganku, soalnya diakan hiperprotectiv, huhhh. Dikala itu saya sempat memperhatikan anakku dan pembantuku, rupanya mereka telah tertidur nyenyak.

Sebab saya merasa tubuhku lengket karenanya saya masuk kekamar dan lantas mandi . Setibanya dikamar mandi saya melepas bajuku dan cuma memakai handuk saja. Saya nyalakan menyalakan kran melainkan air tak mengalir. Sebab hal itu saya terpaksa keluar kamar dengan mengaplikasikan handuk, dan saya mencari Fery untuk memperbaiki kran air yang ada dikamar mandi yang ada dikamarku,

“ Ferr….bantuin saya dong, kran kamar mandiku mati nih…, ”

“ iya mbak, coba aku lihat dahulu.., ” jawabnya.

Dikala itu saya cuma mengaplikasikan handuk saja untuk menutupi tubuhku, dapat dibayangkan kan dengan sekiranya tubuhku cuma terbalutkan handuk saja, pastinya akanterlihat hot sekali, hhe. Fery-bahkan lantas bergegas masuk ke kamar dan mencoba memperbaiki kran kamar mandi. Dikala itu saya mencontohnya dan menunggunya dikamar mandi. Entah kenapa ia nampak gagal focus gara-gara melirik kearahku,

“ coba mbak krannya dibuka dahulu telah dapat belum..?, ”

Akupun lantas mencoba membuka kran, saat membuka kran, eh… handuk yang saya gunakan kendor, Dan apahang terjadi ??? akhirnya terbukalah handuk dari tubuhku, saya malu banget sebab saya telanjang di hadapan Fery. Payudaraku yang besar tamak menggantung dan menonjol terang di hadapan Fery. Memekku yang rimbun akan rambut genitalia itu juga menonjol benar-benar terang dimata Fery.


Secara spontan Fery-bahkan terus memandangiku dengan tajam, dengan wajah penuh nafsu ia-bahkan mendekati saya. Sepertinya gairah sex Fery si pemuda itu tergerak untuk mencoba merasakan cantik tubuhku. Ia berjalan mendekati saya , kedua tangannya mengatur pundakku dan seketika ia dekap tubuhku yang tidak berbusana itu.

Entah kenapa saya seperti terhipnotis oleh Fery, ketika itu saya cuma yang terdiam menikmati hangatnya pelukan Fery. Ia mengamati wajahku dan mulai mengecup bibirku dengan penuh kelembutan. Terus mengulum bibirku yang manis ini, saya dan ia berkecupan sambil berjalan keluar dari kamar mandi kita bahkan menuju ranjang.

Saya ditidurkan di ranjang mulut Fery terus mengulum bibirku, enak sekali. Tangannya meremas-remas payudaraku yang besar itu. Terus ia remas sambil bibirnya menciumi bibirku. Mulutnya mulai turun ke bawah sampai ke payudaraku yang montok. Bibirnya mengulum putting susuku tangannya meremas payudaraku. Terasa benar-benar horny, saya bahkan cuma mendesah merasakan permainan mesum Fery,

“ Sssssss… aaahhhh…Fery…. Ouhhh……, ”

Putingku diputar-putar dengan jemarinya, gairahku kian keluar. Sinyal-sinyal nafsu itu dengan pesat keluar dari tubuhku. Fery mengkulum payudaraku dengan penuh gairah lama sekali. desahanaku terus keluar dari mulutku secara liar. Tubuhku menggeliat hebat dan rasanya saya lemas tidak berdaya dibuatnya. Saya akui ia lihay sekali membuatku saya terstimulus dan melayang.

Rasanya saya tidak berkeinginan saya lepas dan berkeinginan terus di belai Fery,

“ ooouuhh….ooouugghhh….enak aaahhh……, ”

Mulutnya ke bawah sampai ke pusar, memekku yang telah siap dihadapan wajahnya. Ia mengelus memekku dengan jemarinya dari atas sampai bawah. Tubuhku menggeliat menikmati kenikmatan yang tiada tara itu,

“ aaaakkhhhh…aaakkkkkhh….aaakkhhhh…Fer…aaaahhhh…., ”

Fery mencoba menjilati selakanganku dengan lidahnya, kanan kiri secara bergantian. Saya kian tidak kuasa di buatnya. Sesudah itu Fery memasukkan jari tengahnya ke dalam memekku. Diputar-putar jarinya sampai masuk ke dalam. Saya tidak bendung sampai keluar cairan dari memekku,

“ aaaaahhhhh…..aaahhhhhhhhh…aaaakkkkkhhh……, ”

Sesudah itu ia membuka celananya diapun telanjang bulat. Ku lihat penisnya yang besar itu berdiri tegak. Ia kembali menciumiku dan menggesek-gesekkan penisnya ke memekku. Terasa benar-benar enak, saya terus meracau menikmati kenikmatan itu. Ia menggesekkan penisnya pada memekku sementara mulutnya terus menciumiku. Saya benar-benar horny dibuatnya.

Sesudah sebagian ketika ia menggesekan kepala penisnya pada bibir vaginaku, kemudian ia memasukan penisnya pada lubang memekku,

“ Ahhhhhhhhhhhhhh… Sssssshhh… Ouhhhhhhh…. Fer … aahhhh….., ”

Ujung penisnya sukses masuk ke dalam memekku saya kian tidak kuasa membendung birahiku. Ia terus menggerakan tubuhnya supaya semua penisnya masuk ke dalam. Semua penis itu masuk mentok ke dalam memekku, saya kian menikmati kenikmatan yang telah hingga di ubun-ubun. Fery menggoyangkan bokong dan penisnya serasa menancap di memekku.

Ia terus mengoyak vaginaku dengan penisnya, ia memberikan tekanan maju mundur sampai saya tidak sanggup membendung gejolak sexs-ku,

“ aaahhhhhhhhh….ahhhhhhh….aaaahhhhh……fery lagi…aaaakkkhhh……, ”

Peluh mengucur dari tubuh Fery menetes di tubuhku. Ia terus menggenjot vaginaku dengan mulutnya terus saja mengulum putting susuku yang nampak itu. Seakan-akan ia tak ingin menyia-nyiakan sesuatu yang di depan matanya ketika itu,

“ ooohhh…..ooohhh……aaahhhhh……oooohh ….oooh….fery….ohhh….., ”

Fery benar-benar kuat dalam berkaitan sex, gairah nafsunya benar-benar tinggi, wajahnya memerah menonjol benar-benar beringas merasakan kemolekan tubuhku. Penisnya keluar masuk ke dalam memekku dengan cepatnya. Secara terus menerus ia mempompa penisnya keluar masuk didalam mememku supaya saya dan ia terus menikmati kenikmatan sex.

Sebagian menit ia merasakan dengan poisis sex man on top, secara tiba-tiba ia mengubah posisi sexs kami. Ia memintakju saya menungging dan ia seketika menancapkan penisnya dari belakang,

“ Ahhhhhhhhhh… Ssssssshhh…, ” desahku.

Dengan posisi menungging pantatku menonjol benar-benar lebar dan menggairahkan. Dengan gaya sex doggie style kenikmatanya tak keok dengan posisi sex sebelumnya. Dengan gaya sex itu Fery lebih keras memberikan tekanan pada penisnya kedalam memekku. Untuk mengimbanginya, saya memberikan perlawan dengan menggerakkan pantatku maju mundur.
Pantatku di remas dengan kerasnya hal itu membikin saya mulai beringas,

“ Euhhh… Sssshahhh…aahhhh…ahhh….aaahhh… ouhhh… Yeahhh…, ” racauku kian liar.


Nafasku kian pesat dan gayaku kian keras. Sekali-sekali tangan Fery meremas payudaraku dengan gemasnya,hal itu membikin saya kian bergairah,

“ Ouhhhh….aaakkkhhh…..akkkhhhh……ooohh…., ” desahku lagi.

Sesudah sebagian menit penis Fery menjajah memekku dengan gaya doggie style, tiba-tiba saja terasa ada cairan yang keluar didalam vaginaku,

“ crooooooooooooooottt… crottttttttttttt…. crootttt…., ”

“ Ahhhhhhhhhhhhhh… saya keluar mbak, Ahhhhhhhhh…, ” sebutnya puas mendapatkan orgasmenya.

“ Iya Fer, Euhhhhhh…. Hangat Fer seprma kau… Ouhhhh…, ” ucapku puas juga merasakna semburan air mani Fery.
Lega dan benar-benar puas rasanya, Itulah yang terpancar dari raut wajah Fery sesudah ia menerima klimaksnya. Sebagian ketika Fery menancancapkan penisnya pada vaginaku untuk mengahabiskan seluruh spermanya. Saya lemas tidak berdaya sesudah bercumbu dengan Fery, entah berapa kali saya orgasme saya tak tahu. Yang saya kenal hanyalah kepuasan sex yang tiada tara malam itu.

Sesudah sebagian ketika Fery seketika saja mengenakan pakaianny kembali padahal saya saya masih tergolek di ranjang, Fery bahkan begegas keluar dari kamar supaya tak ketahuan oleh si kecil ataupun pembantuku. Saya masih tiduran sambil mengelap air mani yang mengotori vaginaku. Sesudah kejadian itu saya dan Fery kerap banget mengerjakan relasi seks saat suamiku bepergian jauh.



Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam

No comments:

Post a Comment